Edition : English
Credit Union Pancur Kasih
Badan Hukum No.735/BH/X - 26 Desember 1996
Jalan 28 Oktober No1-7 Pontianak Utara 78241
Telp : 0561-881951, Fax : 0561-884660
email : cupkindo@gmail.com, info@cupk.org
Berita LainnyaKamis, 13 Agustus 2015 - 09:36:36 WIB
Pendidikan, Pelatihan dan Prinsip Manajemen adalah Kunci Kemajuan Koperasi Kredit
Administrator | dibaca: 2958 Pembaca




Menilik tulisan Ketua Koperasi Kredit CU Pancur Kasih, Dr. F.Y. Khosmas, “Koperasi Dirancang untuk Meningkatkan Kualitas Anggota”, termuat di majalah bulanan UKM edisi no. 106 thn.X Mei 2015, tersirat makna untuk meningkatkan kualitas anggota. Meningkatkan kualitas anggota diperlukan orang-orang yang terdidik dari semua kalangan, terutama orang-orang yang mengelola koperasi kredit, baik itu Dewan Pimpinan, Badan Pengawas, pimpinan manajemen, staff, kelompok inti, satuan pengawas internal, dan bahkan anggota yang terlibat didalamnya. Untuk mendapatkan kualitas yang mumpuni, oleh sebab itu diperlukan pendidikan demi memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan serta memiliki kemampuan dalam memanajemen dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pendidikan yang mumpuni selalu relevan dengan kemajuan dan perkembangan Koperasi kredit. Kemajuan koperasi kredit saat ini dapat dilihat dari teknologi-teknologi yang digunakan. Karena pendidikan yang maju biasa dibarengi dengan pemikiran inovasi dan bekerja sama dari semua belah pihak.  Pelatihan yang tepat memberikan keuntungan bagi karyawan/anggota yaitu dapat meningkatkan daya saing serta meningkatkan profesionalisme karyawan dan anggota. Program pelatihan bagi karyawan dan anggota telah diagendakan dalam rencana strategis koperasi kredit. Selain karyawan koperasi kredit, anggota diharapkan juga dapat berperan aktif terlibat dan antusias menjalani pelatihan yang sudah disediakan koperasi kredit untuk kemajuan bersama.

Selain pendidikan dan pelatihan, seperti yang ditulis oleh beliau, Koperasi modern membutuhkan manajemen yang memimpin dari depan. Manajemen harus  memiliki komitmen untuk melaksanakan tujuan koperasi, bermitra dengan pengurus terpilih dan kemudian dapat memberikan jawaban kepada anggota yang memahami dan terlibat. Sebagai manajemen yang profesional, diharapkan mereka harus bisa memimpin dengan cerdas oleh sebab itu diperlukan pengetahuan prinsip manajemen.

Prinsip Manajemen yang dikutip dari Peter Davis yang menyebutkan bahwa ada 7 (tujuh) prinsip manajemen yang dapat diterapkan pada konteks koperasi. Ke-7 prinsip yang dimaksud adalah:

  1. Pluralisme: Pluralisme ditemukan di dalam kepentingan mereka dengan itu mengakui dan menyadari ada kepentingan orang lain. Di dalam manajemen koperasi anggota dimasukkan sebagai pelanggan.
  2. Mutualisme: Oleh karena keuntungan atas modal bukan kriteria utama bagi keanggotaan koperasi, mutualitas diantara stakeholder mudah diterima, karena balas jasa bagi seseorang tidak diperoleh atas pengorbanan orang lain
  3. Kemandirian dan perorangan: Sama seperti organisasi lain pada umumnya, tetapi dalam koperasi menekankan dua hal yaitu kebutuhan organisasi itu sendiri yang harus dipertahankan dari pengendalian pihak luar dan otonomi anggota perorangan.
  4. Keadilan: Sama untuk koperasi, tetapi lebih mudah dilaksanakan mengingat struktur kepemilikan mereka terhadap koperasi.
  5. Keadilan alami: Sama untuk koperasi, tetapi struktur kepemilikan koperasi dan budaya pertanggungjawaban akan lebih mudah dilaksanakan.
  6. Kepedulian terhadap orang: Struktur kepemilikan didalam koperasi menterjemahkan prinsip ini, melalui basis keanggotaan.
  7. Peran ganda pekerjaan dan karyawan: Koperasi menyatukan prinsip ini dengan mengkombinasikan aspek sosial dan komersial. Prinsip koperasi memberikan pandangan yang holistic mengenai pelanggan, pekerja atau pemasok.

 Anggota juga perlu membandingkan prinsip manajemen pada umumnya, antara lain:

Prinsip manajemen pada umumnya

  1. Pluralisme. Mengelola atas nama kepentingan semua “stakeholder”
  2. Mutualitas.Pengakuan  terhadap kebutuhan untuk memperoleh keuntungan
  3. Kemandirian perorangan. Menghormati pribadi dan tanggung jawab
  4. Keadilan. Pembagian sumber yang non eksploitatif
  5. Keadilan alamiah.Hak untuk menjalankan prosedur yang mandiri dan peraturan yang jujur (adil).
  6. Kepedulian terhadap orang. Mengakui bahwa orang apakah karyawan, atau pelanggan adalah subyek dan bukan obyek bisnis.
  7. Peran ganda pekerjaan dan karyawan. Pekerjaan mempengaruhi status social, pola konsumsi dan keseluruhan struktur hubungan di dalam masyarakat

Pendidikan, pelatihan, dan pengetahuan prinsip manajemen supaya mampu untuk manajemen lembaga sangat memberikan manfaat yang signifikan  bagi kita semua terutama untuk meningkatkan serta mengembangkan kompetensi produktifitas disiplin, sikap dan etos kerja. (admin)

Baca Juga Informasi lainnya

Berita Pilihan

100 Koperasi Besar di Indonesia Tahun 2012
Majalah Peluang dan Info Pasar pada edisi September 2012 yang lalu, telah memuat 100 Koperasi Besar di seluruh Indonesia. Ini dia daftar 100 Koperasi Besar di seluruh Indonesia versi Majalah Peluang:   Kospin Jasa ... [Selengkapnya]
Credit Union memang telah menjangkau disemua pihak masyarakat dan semua profesi. Tidak ada kata kesenjangan sosial yang menjadi penghalang antar anggotanya. Kalangan masyarakat kelas atas, kelas menengah, dan sampai kelas bawah semua telah mengenal Credit Union. Semua profesi , misalnya dokter, ... [Selengkapnya]
Ikuti Kami
Website Resmi Credit Union Pancur Kasih | Kalimantan Barat | Indonesia
Copyright © 2013 by ICT CU Pancur Kasih, All Rights Reserved