digital entrepreneurship


Digital Entrepreneurship: Peluang Bagi Generasi Digital Native Dalam Mendapat CUAN



Pendahuluan: Generasi Muda dan Dunia Digital

Berbagai bisnis digital tumbuh dengan sangat pesat di dunia, termasuk di Indonesia (Karim et al., 2022). Kewirausahaan digital yang dikembangkan oleh generasi muda adalah tren startup yang berkembang, sehingga penting bagi generasi muda untuk belajar dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh dunia digital. Sebagai generasi digital native, generasi muda memiliki keunggulan khusus dalam menavigasi dan memanfaatkan teknologi. Mereka lahir dan dibesarkan pada saat teknologi dan alat digital mudah diakses. Artikel ini akan membahas bagaimana generasi muda dapat memanfaatkan status mereka sebagai digital native untuk mengambil keuntungan dari peluang yang ditawarkan oleh dunia bisnis yang semakin terdigitalisasi.


Memahami Konsep Digital Native

Sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana generasi muda dapat memanfaatkan keunggulan mereka sebagai digital native, penting untuk memahami konsep tersebut terlebih dahulu. Digital native mengacu pada mereka yang lahir dan tumbuh di era digital, di mana teknologi digital menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari (Magano et al., 2020). Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh pendidik Amerika Serikat, Marc Prensky, untuk membedakan mereka dari “imigran digital”, yaitu generasi yang lahir sebelum era digital dan belajar teknologi baru melalui pendidikan dan penyesuaian.


Keunggulan Generasi Muda sebagai Digital Native

Generasi muda memiliki beberapa keunggulan sebagai digital native yang dapat mereka manfaatkan dalam memanfaatkan peluang perkembangan dunia usaha yang semakin terdigitalisasi saat ini. Pertama, generasi muda telah terbiasa dengan teknologi digital sejak lahir. Generasi ini memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang penggunaan teknologi dan aplikasi digital serta kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah.

Mereka juga memiliki kecakapan dalam menggunakan media sosial, memanfaatkan platform online, dan mengakses informasi dengan mudah dan cepat. Dalam era digital ini, komunikasi merupakan satu hal yang sangat penting dalam dunia bisnis. Generasi muda sebagai digital native memiliki kemampuan komunikasi digital yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya (Pratama & Sofyan, 2021). Mereka dapat dengan mudah berkomunikasi melalui berbagai platform digital seperti email, chat, dan media sosial.


Memanfaatkan Peluang di Era Digitalisasi

Generasi muda sebagai digital native memiliki berbagai peluang untuk mengembangkan bisnis mereka di era digitalisasi saat ini. Berikut adalah beberapa jenis usaha yang dapat dijadikan sumber pendapatan:

  1. E-commerce: Generasi muda dapat memanfaatkan kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi dan internet untuk mendirikan dan mengoperasikan bisnis e-commerce. Mereka dapat membuat toko online untuk menjual produk atau jasa mereka kepada pelanggan secara daring. Dengan pengetahuan mereka tentang media sosial dan optimisasi mesin pencari, mereka dapat memanfaatkan strategi pemasaran digital untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan mereka.
  2. Start-up: Generasi muda dapat menggunakan keinginan mereka untuk berinovasi dan kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi digital untuk menciptakan start-up mereka sendiri. Mereka dapat mengidentifikasi masalah atau kebutuhan di pasar, lalu menggunakan teknologi untuk mengembangkan solusi yang inovatif.
  3. Content Creation: Generasi muda dapat memanfaatkan keahlian mereka dalam menggunakan media sosial, blogging, dan pembuatan konten untuk menjadi konten kreator. Mereka dapat menghasilkan konten menarik seperti video, artikel, podcast, atau gambar yang dapat dilihat dan diakses oleh banyak orang. Melalui konten yang kreatif dan berkualitas, generasi muda dapat menjalin kerjasama dengan merek-merek atau perusahaan untuk mempromosikan produk atau layanan mereka.
  4. Digital Marketing: Generasi muda dapat menggunakan kemampuan komunikasi digital mereka untuk menjadi ahli dalam pemasaran digital. Mereka dapat menjadi konsultan pemasaran digital atau bekerja untuk perusahaan-perusahaan yang membutuhkan strategi pemasaran untuk mengoptimalkan kehadiran mereka secara online. Mengenai digital marketing, mereka dapat menggunakan strategi seperti optimisasi mesin pencari, pemasaran melalui media sosial, advertising digital, dan analisis data untuk membantu perusahaan memperluas jangkauan dan meningkatkan penjualan mereka.
  5. Online coaching/tutoring: Generasi muda dapat memanfaatkan pengetahuan dan keahlian mereka dalam bidang tertentu untuk menyediakan layanan coaching atau tutoring secara online. Mereka dapat menyediakan kursus online, mentorship, atau sesi belajar jarak jauh melalui platform video conference seperti Zoom, Google Meet, atau Skype.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, generasi muda memiliki berbagai peluang usaha yang dapat dijadikan sumber pendapatan. Dengan peluang yang ada dalam dunia usaha yang semakin terdigitalisasi, generasi muda sebagai digital native memiliki keunggulan yang unik dalam memanfaatkan perkembangan ini. Sumber terupdate, media sosial, platform online, dan akses internet yang mudah memberi generasi muda keuntungan besar dalam mengembangkan usaha mereka.


Perkembangan Dunia Usaha yang Terdigitalisasi

Meskipun ada banyak peluang bagi para pengusaha muda di ranah digital, penting untuk mempertimbangkan potensi kendala dan tantangan yang terkait dengan bisnis digital. Salah satu perhatian yang perlu diatasi adalah dampak penggunaan media sosial dan teknologi digital yang berlebihan pada generasi muda.

Penggunaan berlebihan media sosial dan teknologi internet dapat menyebabkan berbagai efek negatif, terutama bagi generasi muda yang lebih rentan terhadap pengaruhnya (Ratulangi et al, 2021). Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan terus-menerus pada media sosial dapat menyebabkan masalah seperti penurunan daya tahan konsentrasi, peningkatan kecemasan dan depresi, serta pandangan yang terdistorsi terhadap realitas karena sifat terkurasi dari konten online. Selain itu, potensi kecanduan pada media sosial dan penggunaan internet menimbulkan risiko signifikan terhadap kesejahteraan mental dan produktivitas generasi muda.

Selain itu, meskipun kewirausahaan digital memiliki manfaatnya, kondisi kompetitif di ruang digital juga sangat intens. Hambatan masuk bagi banyak bisnis digital relatif rendah, menyebabkan oversaturasi di segmen pasar tertentu dan peningkatan persaingan. Hal ini dapat membuat sulit bagi pengusaha digital baru untuk muncul dan berhasil menonjol di ruang persaingan digital yang begitu padat.

Lebih lanjut, ketergantungan pada alat dan platform digital untuk operasional bisnis membuka peluang risiko keamanan siber, kekhawatiran privasi data, dan potensi kegagalan teknologi. Kerentanan semacam itu dapat secara signifikan mempengaruhi stabilitas dan keberlanjutan bisnis digital, menimbulkan risiko yang perlu dikelola dengan hati-hati.

Penting bagi para pengusaha muda untuk masuk pada usaha bisnis digital dengan perspektif yang seimbang, mempertimbangkan tidak hanya peluang potensial tetapi juga risiko dan tantangan yang terkait dengan dunia digital. Memahami risiko yang mungkin dihadapi dapat membantu calon pengusaha digital membuat keputusan yang terinformasi dan menavigasi ranah kompleks dunia bisnis digital.


Jenis-Jenis Usaha di Era Digital

Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang pesat saat ini, terdapat berbagai jenis usaha yang dapat dijadikan sumber pendapatan bagi generasi muda. Beberapa jenis usaha yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  1. Rumah produksi konten digital: Dalam era konsumsi konten yang tinggi, rumah produksi konten digital menjadi salah satu jenis usaha yang berpotensi menghasilkan pendapatan. Usaha ini melibatkan pembuatan konten dalam bentuk video, podcast, blog, atau media sosial yang memiliki nilai hiburan dan informatif.
  2. Analis Big Data: Dengan jumlah data yang terus meningkat dan relatif mudah diakses, analitik Big Data menjadi industri yang berkembang pesat. Generasi muda dapat mengeksplorasi peluang bisnis dalam bidang analitik Big Data. Mereka dapat menggunakan keterampilan analisis dan pemahaman mendalam tentang data untuk membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang didapatkan dari big data. Dengan pertumbuhan konstan dalam penggunaan data dalam berbagai industri, usaha di bidang analitik Big Data menawarkan peluang yang menarik bagi generasi muda yang tertarik dalam bidang teknologi informasi.
  3. Online Event Planning: Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, layanan perencanaan acara secara daring juga menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan. Generasi muda dengan keahlian dalam organisasi acara dan kreativitas dalam merencanakan pertemuan daring dapat menjadikan usaha ini sebagai sumber pendapatan yang menarik. Mereka dapat menawarkan jasa perencanaan acara dari konser virtual, seminar online, hingga pertemuan bisnis melalui platform-platform khusus acara daring.
  4. E-commerce: Seiring dengan pertumbuhan e-commerce yang pesat, generasi muda dapat memanfaatkan peluang ini dengan membuka usaha perdagangan elektronik.Mereka dapat menjual produk-produk mereka secara online melalui platform seperti marketplace atau toko online mereka sendiri.
  5. Digital Marketing Agency: Dalam era digital, bisnis yang membutuhkan strategi pemasaran online dapat mengandalkan generasi muda sebagai digital native untuk membantu mereka dalam mempromosikan produk atau jasa mereka secara digital. Generasi muda dapat membuka agensi pemasaran digital yang menawarkan berbagai layanan seperti pengelolaan media sosial, pembuatan konten digital, optimisasi mesin pencari, dan kampanye iklan online. Dalam memanfaatkan keunggulan mereka sebagai digital native, generasi muda dapat mengambil peluang dalam dunia usaha yang semakin terdigitalisasi ini.
  6. Content Creation: Generasi muda sering memiliki keterampilan di bidang konten kreator seperti fotografi, videografi, dan penulisan. Mereka dapat memanfaatkan keahlian ini untuk menjadi sumber pendapatan dengan menjual karya-karya mereka secara online melalui platform seperti YouTube, Instagram, TikTok, Facebook atau blog pribadi.
  7. Social Media Management: Dengan penggunaan media sosial yang semakin meluas, banyak perusahaan atau individu membutuhkan bantuan dalam mengelola akun media sosial mereka. Generasi muda sebagai digital native memiliki keunggulan dalam penggunaan dan pemahaman teknologi. Mereka dapat memanfaatkan keahlian ini untuk membuka bisnis manajemen media sosial, di mana mereka akan bertanggung tangan dalam mengelola dan mengoptimalkan akun media sosial klien mereka.

Generasi muda memiliki banyak peluang di era digitalisasi ini, namun penting untuk diingat bahwa setiap jenis usaha juga membawa risiko tersendiri. Dengan pemahaman mendalam tentang potensi bisnis dan tantangan yang dapat dihadapi, generasi muda dapat mengambil langkah yang tepat dalam mengembangkan usaha-usaha digital mereka.


Strategi Generasi Muda dalam Menciptakan Sumber Pendapatan

Untuk memanfaatkan keunggulan mereka sebagai digital native dalam memanfaatkan peluang perkembangan dunia usaha yang semakin terdigitalisasi, generasi muda dapat menggunakan beberapa strategi berikut:

  1. Membangun jejaring bisnis: Generasi muda dapat memanfaatkan jejaring sosial dan platform digital lainnya untuk membangun relasi bisnis. Mereka dapat bergabung dalam komunitas online yang relevan dengan bidang usaha mereka atau menghadiri acara dan konferensi yang diadakan secara online. Membangun jejaring bisnis yang kuat akan membantu generasi muda dalam mendapatkan peluang kerja, mitra usaha, dan juga pelanggan potensial. Memanfaatkan kemampuan digital mereka, generasi muda juga dapat membuat konten yang menarik dan relevan untuk menarik perhatian calon mitra atau pelanggan.
  2. Memanfaatkan kemampuan kreatif dalam konten kreator: Generasi muda sering memiliki keterampilan di bidang konten kreator. Mereka dapat memanfaatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan konten yang menarik dan kreatif untuk menciptakan sumber pendapatan. Mereka dapat menjadi seorang blogger, YouTuber, atau influencer di media sosial. Dengan membangun pengikut yang besar dan mendapatkan sponsor atau bekerja sama dengan merek tertentu, generasi muda dapat menghasilkan pendapatan melalui endorsement atau iklan dalam konten mereka.
  3. Memanfaatkan keahlian dalam digital marketing: Generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang dunia digital dapat memanfaatkan keahlian mereka dalam digital marketing untuk membantu bisnis-bisnis yang membutuhkan strategi pemasaran online. Mereka dapat menjadi freelance digital marketer atau bahkan membuka perusahaan konsultan pemasaran digital mereka sendiri.
  4. Mengembangkan aplikasi atau platform digital: Generasi muda dapat memanfaatkan keunggulan mereka dalam hal pemahaman teknologi digital untuk mengembangkan aplikasi atau platform digital. Mereka dapat mengidentifikasi masalah atau kebutuhan di pasar dan menciptakan solusi digital untuk mengatasi masalah tersebut.
  5. Menjadi freelancer: Generasi muda dapat menggunakan keahlian dan keterampilan digital mereka untuk menjadi freelancer. Mereka dapat menawarkan jasa desain grafis, penulisan konten, pengembangan web, atau bahkan mengajar online.

Mulailah Sekarang – Mulai Dari Yang Sederhana

Era digital adalah era dari segala kemungkinan, bahkan yang tak terbayangkan sekalipun. Bagi Anda yang bagian dari generasi millenial, mungkin masih ingat kisah Sinta Jojo yang populer di tahun 2010 dengan video lipsync lagu berjudul Keong Racun yang membawa mereka tenar diundang oleh televisi nasional, dan bahkan mereka dapat viral sebelum era media sosial booming seperti saat ini.

Bagi penggemar aplikasi TikTok pada tahun 2020-an juga banyak yang mengenali sosok lucu content creator bernama Dita Kerang @ditanganu yang berasal dari Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang kerap tampil percaya diri dan apa adanya dalam videonya berhasil menarik perhatian warga TikTok dan hingga kini memiliki 11,1 juta pengikut di TikTok.

Potensi yang tak terbatas dan mungkin dapat disebut sedikit random dari minat para warga digital membuat siapa saja yang memiliki kemauan dan keinginan untuk menarik cuan dari dunia digital dapat mencoba untuk terjun sebagai content creator, meskipun perlu disadari bahwa persaingan di dunia digital dapat dikatakan cukup ketat dan membuat juga banyak content creator yang menyerah untuk melanjutkan karirnya di dunia digital.

Setidaknya ada tiga pedoman dasar yang dapat menjadi panduan bagi generasi muda untuk terjun ke dunia digital dan mendapatkan cuan darinya, yaitu:

  1. Penguasaan Keterampilan Digital: Anak muda yang ingin sukses di dunia digital perlu menguasai keterampilan yang relevan dengan tren industri saat ini. Ini termasuk pemahaman mendalam tentang pemasaran digital, analisis data, desain grafis, pengembangan web, dan keterampilan teknologi informasi terkini. Dengan memiliki landasan keterampilan digital yang kuat, seseorang dapat lebih efektif beradaptasi dengan perubahan dan menangkap peluang di lingkungan digital yang terus berkembang.
  2. Kreativitas dan Inovasi: Keberhasilan di dunia digital seringkali bergantung pada sejauh mana seseorang dapat berpikir kreatif dan inovatif. Anak muda perlu mampu menghasilkan ide-ide original yang segar, menciptakan konten yang menarik, dan menemukan solusi kreatif untuk menyelesaikan masalah. Kreativitas memainkan peran penting dalam menarik perhatian audiens digital yang seringkali jenuh dengan konten serupa. Sementara itu, inovasi memungkinkan seseorang untuk berada di garis depan perubahan dan memanfaatkan peluang baru.
  3. Pemahaman Pasar dan Audiens: Kesuksesan di dunia digital memerlukan pemahaman yang mendalam tentang pasar dan audiens target. Anak muda perlu melakukan riset pasar untuk mengidentifikasi tren, preferensi, dan kebutuhan pelanggan. Menggunakan data analisis untuk memahami perilaku online audiens juga sangat penting. Dengan memiliki wawasan yang baik tentang pasar dan audiens, seseorang dapat merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan menghasilkan konten yang lebih relevan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan peluang mendapatkan cuan di dunia digital.

Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan dengan Teknologi Digital

Dalam menghadapi era digital yang penuh dengan peluang dan tantangan, generasi muda memiliki potensi besar untuk menciptakan sumber pendapatan melalui berbagai usaha digital. Dari produksi konten digital hingga pengembangan aplikasi atau platform digital, kemampuan mereka untuk memahami dan memanfaatkan teknologi dapat menjadi kunci kesuksesan dalam menciptakan sumber pendapatan di era digital ini.

Dalam menghadapi masa depan yang semakin terdigitalisasi, penting bagi generasi muda untuk terus mengasah keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang teknologi dan digital. Dengan pemahaman mendalam tentang potensi bisnis dan kemampuan untuk mengatasi tantangan yang ada, generasi muda dapat terus menciptakan peluang-peluang baru dalam dunia usaha yang semakin terhubung secara digital.

Dengan demikian, memanfaatkan teknologi digital bukan hanya sebagai alat untuk menciptakan sumber pendapatan, namun juga sebagai sarana untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di era digital. Dengan semangat kreatif, inovatif, dan kolaboratif, generasi muda dapat menyongsong masa depan yang penuh dengan peluang di dunia digital ini.


Referensi:

  1. Karim, N., Winarno, A., & Siswanto, E. (2022, August 25). The Role of Digital Literature on The Sustainability of Clothing Traders in The Butung Market, Makassar City. https://scite.ai/reports/10.55227/ijhess.v2i1.241
  2. Magano, J., Silva, C S., Figueiredo, C., Vitória, A., Nogueira, T., & Dinis, M A P. (2020, July 21). Generation Z: Fitting Project Management Soft Skills Competencies—A Mixed-Method Approach. https://doi.org/10.3390/educsci10070187
  3. Pratama, A P., & Sofyan, H. (2021, January 6). PENGEMBANGAN KAMUS PERBAIKAN BODI OTOMOTIF BERBASIS ANDROID UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN. https://scite.ai/reports/10.21831/jk.v4i2.34515
  4. Ratulangi, A. G., Kairupan, B. H., & Dundu, A. E. (2021). Adiksi internet sebagai salah satu dampak negatif pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19. Jurnal Biomedik: JBM, 13(3), 251-258. https://doi.org/10.35790/jbm.13.3.2021.31957

Penulis dan Illustrasi: IGN Yerry